gawe bareng sudah menanti untuk disukseskan
JAKARTA – PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) akan menggelar Sirkuit Nasional Pencak Silat di lima wilayah. Namun, di sisi lain, Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang sedianya akan digelar di Bali, Desember mendatang, justru mengalami pengunduran.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB IPSI A. Tafsil Rimsal menjelaskan pihaknya akan menggelar sirkuit itu untuk menjaring pesilat Tanah Air mengikuti SEA Games 2009, Laos, dan Indoor Games 2009, Hanoi, Vietnam.
Karena itu, pihaknya mempersiapkan diri lebih awal dengan harapan tidak kerepotan saat mempersiapkan pesilat menghadapi dua event penting tersebut. Pihaknya pun ingin mendapatkan pesilat tangguh Tanah Air melalui program seleksi itu.
Menurutnya, program lima wilayah akan dibagi mulai Wilayah I di Nangroe Aceh Darussalam, 23-27 November 2008, meliputi daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Jambi. Wilayah II di Palembang, Sumatera Selatan, 25-30 November 2008, dengan daerah Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.
Lalu, Wilayah III di Yogyakarta 13-16 November 2008, meliputi Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Wilayah IV Kendari, Sulawesi Tenggara, 26-30 November 2008, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Terakhir adalah Wilayah V di Papua mulai 26-29 November 2008, meliputi Maluku Utara, Maluku, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Papua Barat sebagai pesertanya.
Sayang, sirkuit tahun ini tidak ada putaran kedua dengan alasan waktu yang terlalu mepet. “Kami sudah putuskan putaran kedua tidak ada. Juara satu dan dua di setiap wilayah langsung masuk grand final yang akan diselenggarakan di Jakarta, Maret 2009. Lalu, kami akan ambil juara satu di partai grand final nanti untuk langsung masuk pemusatan latihan nasional,” kata Tafsil.
Sementara itu, Sekum PB IPSI Erizal Chaniago mengaku mundurnya pelaksanaan Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Bali disebabkan negara-negara Eropa belum siap menjalani kejuaraan tersebut. Padahal, pihaknya telah memberi tenggat waktu pada 17 November lalu.
“Kami sepakat menunda kejuaraan tersebut karena banyak faktor. Salah satunya desakan dari negara Eropa yang belum siap,” cetus Erizal, Jumat (21/11/2008).
Sayang, dirinya belum menentukan hingga kapan pelaksanaan kejuaraan itu akan kembali digelar. Pihaknya hingga kini hanya mendapatkan 8 dari 52 peserta yang diundang.
“Banyak alasan yang membuat mereka belum siap. Mulai dari sulit mendapatkan tiket, kemudian pelaksanaan event bertepatan dengan libut tahunan, izin luar negeri, hingga masalah klasik biaya,” ungkapnya.


